Indonesia Merdeka bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan adalah keberanian untuk membangun bangsa yang beradab.
17 Agustus 2026 kembali mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan amanah yang diwariskan para pejuang kepada generasi penerus.
Hari ini, tugas kita bukan lagi mengangkat senjata di medan perang. Tugas kita adalah mengangkat martabat bangsa : dengan ilmu, dengan akhlak, dengan keadilan, dengan persatuan, dan dengan keberanian melawan kebodohan, keserakahan, serta segala bentuk ketidakadilan.
Sebagai Ketua Umum Rumah Peradaban Pecimerah Betawi, saya mengajak seluruh anak bangsa:
Jangan hanya menjadi bangsa yang merdeka secara politik, tetapi jadilah bangsa yang merdeka dalam pikiran, luhur dalam akhlak, maju dalam ilmu, kuat dalam persatuan, dan adil dalam kehidupan.
Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang tinggi gedungnya, tetapi bangsa yang tinggi adabnya.
Mari kita rawat Indonesia dengan gotong royong.
Kita jaga kebinekaan dengan persaudaraan.
Kita bangun Jakarta sebagai kota peradaban.
Dan dari Jakarta, kita kobarkan semangat untuk Indonesia yang berperadaban.
Karena kami percaya :
Jakarta pasti aman bila warganya beradab. Indonesia akan kuat bila rakyatnya bersatu. Dan Indonesia akan besar bila kemerdekaannya diisi dengan ilmu, iman, akhlak, dan keadilan.
Di usia kemerdekaan yang ke-81 ini, mari kita berhenti bertanya, “Apa yang sudah negara berikan kepada kita?”
Mari kita balik pertanyaannya:
“Apa yang sudah kita berikan untuk Indonesia?”
Selama masih ada napas di dada,
selama Merah Putih masih berkibar,
selama anak-anak bangsa masih punya harapan,
kita tidak boleh berhenti membangun peradaban.
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81.
Indonesia Merdeka.
Indonesia Berdaulat.
Indonesia Beradab.
Indonesia Berperadaban.
Jayalah negeriku.
Banggallah bangsaku.
Jadikan Indonesia bukan hanya bangsa yang besar, tetapi bangsa yang mulia.
H. Ahmad Basuni, S.Pd.I., MM.
Ketua Umum Rumah Peradaban Pecimerah Betawi

